« Cerpenku | Main

Opini

Kejahatan ada dimana-mana

 

 
Kita tahu bahwa dunia ini diciptakan oleh Tuhan oleh dua sisi mata uang yang berbeda.

Ada

siang dan malam, laki-laki dan perempuan, dan kebaikan dan kejahatan. Disini yang akan saya kupas adalah masalah kejahatan.

 

Kejahatan itu ada dimana-mana, seperti itu mungkin yang pantas saya kemukakan. Bagaimana tidak, sekarang ini kejahatan melingkupi berbagai lapisan masyarakat, dari kalangan atas sampai kalangan bawah di lingkup politik. Sebagai contoh gampang yang terjadi di kalangan atas, kita tahu bangsa ini sedang dilanda oleh badai korupsi yang terjadi di pemerintahan, oknum “pejabat” yang sudah kaya berusaha memperkaya diri, inilah mental buruk orang-orang kalangan atas. Kita tidak tahu bahwa rakyat sudah sangat sengsara tapi mereka tidak sadar malah makin menjadi-jadi perbuatan bejatnya itu, inilah yang menyebabkan bangsa ini dilanda oleh masalah krisis moneter. Inilah pangkal dari kejahatan yang terjadi di kalangan bawah, pengangguran ada dimana-mana, tidak ada pekerjaan, sedangkan untuk makan sehari-hari mereka harus mencari penghidupan. Dengan terpaksa mereka melakukan kejahatan, entah itu mencuri, merampok, mencopet dan sebagainya. Insya Allah kalau tidak ada pengangguran di negeri ini, kejahatan itu pasti dapat hilang dengan sendirinya. Seharusnya pemerintah sadar akan problematika negeri ini.

 

Kejahatan di lingkup pendidikan ?. Kita pernah mendengar kejadian ada kepala sekolah di jawa timur tepatnya, mencuri naskah ujian. Dimaksudkan agar anak didiknya itu di sekolah dapat lulus ujian semuanya, supaya reputasi sekolah tidak hancur.

Ada

lagi oknum yang tidak bertanggung jawab berusaha mencari keuntungan di balik berlangsungnya ujian nasional dengan menjual “bocoran ujian” kepada siswa-siwa yang akan melaksanakan ujian nasioanl. Mungkin ini masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah khususnya menteri pendidikan kita. Mungkin para oknum di balik tembok pendidikan “guru” terpaksa melakukan perbuatan tersebut pasti mempunyai alasan, mungkin kesejahteraan mereka kurang layak dihargai dengan apa yang mereka lakukan untuk mencerdaskan bangsa, mungkin??? Mulai sekarang pemerintah harusnya memperhatikan kesejahteraan mereka atau perlu mendengarkan lagu “Omear Bakrie” yang dilantunkan oleh Iwan Fals.

 

Mungkin ini dulu yang bisa saya paparkan dahulu, masih banyak lagi yang harus saya paparkan lagi….

 

 

Bersambung…….

 

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .