Opini

Kejahatan ada dimana-mana

 

 
Kita tahu bahwa dunia ini diciptakan oleh Tuhan oleh dua sisi mata uang yang berbeda.

Ada

siang dan malam, laki-laki dan perempuan, dan kebaikan dan kejahatan. Disini yang akan saya kupas adalah masalah kejahatan.

 

Kejahatan itu ada dimana-mana, seperti itu mungkin yang pantas saya kemukakan. Bagaimana tidak, sekarang ini kejahatan melingkupi berbagai lapisan masyarakat, dari kalangan atas sampai kalangan bawah di lingkup politik. Sebagai contoh gampang yang terjadi di kalangan atas, kita tahu bangsa ini sedang dilanda oleh badai korupsi yang terjadi di pemerintahan, oknum “pejabat” yang sudah kaya berusaha memperkaya diri, inilah mental buruk orang-orang kalangan atas. Kita tidak tahu bahwa rakyat sudah sangat sengsara tapi mereka tidak sadar malah makin menjadi-jadi perbuatan bejatnya itu, inilah yang menyebabkan bangsa ini dilanda oleh masalah krisis moneter. Inilah pangkal dari kejahatan yang terjadi di kalangan bawah, pengangguran ada dimana-mana, tidak ada pekerjaan, sedangkan untuk makan sehari-hari mereka harus mencari penghidupan. Dengan terpaksa mereka melakukan kejahatan, entah itu mencuri, merampok, mencopet dan sebagainya. Insya Allah kalau tidak ada pengangguran di negeri ini, kejahatan itu pasti dapat hilang dengan sendirinya. Seharusnya pemerintah sadar akan problematika negeri ini.

 

Kejahatan di lingkup pendidikan ?. Kita pernah mendengar kejadian ada kepala sekolah di jawa timur tepatnya, mencuri naskah ujian. Dimaksudkan agar anak didiknya itu di sekolah dapat lulus ujian semuanya, supaya reputasi sekolah tidak hancur.

Ada

lagi oknum yang tidak bertanggung jawab berusaha mencari keuntungan di balik berlangsungnya ujian nasional dengan menjual “bocoran ujian” kepada siswa-siwa yang akan melaksanakan ujian nasioanl. Mungkin ini masalah yang harus diselesaikan oleh pemerintah khususnya menteri pendidikan kita. Mungkin para oknum di balik tembok pendidikan “guru” terpaksa melakukan perbuatan tersebut pasti mempunyai alasan, mungkin kesejahteraan mereka kurang layak dihargai dengan apa yang mereka lakukan untuk mencerdaskan bangsa, mungkin??? Mulai sekarang pemerintah harusnya memperhatikan kesejahteraan mereka atau perlu mendengarkan lagu “Omear Bakrie” yang dilantunkan oleh Iwan Fals.

 

Mungkin ini dulu yang bisa saya paparkan dahulu, masih banyak lagi yang harus saya paparkan lagi….

 

 

Bersambung…….

 

Cerpenku

Bu Yati…

Pagi ini cerah sekali tak seperti hari-hari sebelumnya. Aku biasa berangkat jam setengah tujuh untuk pergi ke sekolah. Setiap hari aku pakai sepeda motor sebagai kendaraan ke sekolah, kadang pas motor sedang mogok aku lebih suka tak masuk sekolah daripada naik angkutan karena aku tak terbiasa naik kendaraan itu, lebih-lebih aku canggung apabila naik bersama orang-orang disekitarku yang tak aku kenal. Muak rasanya bila mereka melihatku, seperti ada yang aneh padaku. Kejadian itu terjadi sewaktu aku masih duduk di kelas satu SMA, dari kejadian itu aku kapok naik angkutan. Sekarang aku duduk di kelas 2 SMA.

Sepeda motorku sudah kupersiapkan di depan rumah, sudah aku panaskan mesinnya pula. Seperti layaknya prajurit mau ke medan perang, perlengkapan sekolahku pun tak kalah lengkap, kudaku alias motorku pun sudah siap. Seperti biasanya aku pamit dulu ke orang tua mengharap doa restu agar di perjalanan selamat sampai tujuan yaitu sekolah. Kucium tangan ibu bapakku sebagai tanda hormat yang sudah menjadi kewajiban tradisi jawa yaitu mencium tangan orang yang lebih tua.

Melaju motorku kira-kira sudah satu kilometer, jarak antara rumahku ke sekolah empat kilometer, cukup dekat untuk ukuran orang yang naik motor. Melewati sawah-sawah dan kampung-kampung. Lagi asyiknya berdendang di atas laju motorku, orang setengah baya melambaikan tangannya pertanda aku disuruh berhenti. Beliau seorang perempuan, dilihat dari raut mukanya kelihatannya beliau berumur 54 tahun, seumuran dengan ibuku. Beliau bermaksud ikut membonceng motorku. Kebetulan arah tujuan ibu itu searah dengan tujuanku. Beliau memperkenalkan namanya, bu yati biasa dipanggil, ternyata seorang pedagang kain. Beliau ingin diantar ke pasar baru untuk menjajakan dagangannya. Beliau biasanya naik sepeda, tapi karena sepedanya dijual jadi ikut aku membonceng. Kuberanikan diri bertanya pada ibu itu kenapa sepedanya bisa dijual, kata beliau karena untuk membiayai uang sekolah anaknya. “Maklum suami saya meninggal dek, jadi saya yang harus menghidupi keluarga saya”, bu yati. Pasar baru itu kira-kira dua kilometer dari rumahku, di sebelah pasar itu ada tempat pemakaman umum, cukup aneh juga pikirku kenapa di samping pasar ada tempat pemakaman. Tak terasa motorku sudah sampai di pasar baru dan ibu itu meminta turun, tak lupa beliau mengucapkan terima kasih. Aku lihat beliau masuk ke dalam pasar dan ternyata beliau cukup dikenal oleh orang-orang di pasar itu, terbukti baru masuk beliau sudah disapa beberapa orang disekitarnya, mungkin temannya mungkin juga pembeli atau pelanggannya.

Aku beranjak pergi menuju ke sekolah, kupacu motorku dengan cepat barangkali nanti terlambat. Mentari pagi sinarnya sudah mulai panas membelai kulit. Seperti biasanya aku berdendang sambil kulajukan motorku. Belum habis 2 lagu, gerbang sekolah menyambutku bagaikan seorang prajurit disambut oleh gerbang istana  seusai bertempur di medang laga. Tak lupa kusapa pak satpam yang berjaga yang bersiap menutup pintu gerbang. Jam pertama pelajaran matematika, pelajaran yang paling aku benci dan aku muak bila mendengarnya. Malas rasanya aku mengikuti pelajaran yang satu itu. Semester kemarin nilai matematika di raporku merah. Jelas warna merah di pelupuk mataku, kesal rasanya, apalagi bila ayahku memarahi hanya gara-gara nilai matematika jelek, ingin kusobek-sobek buku rapor itu. “Uh rasanya seperti di neraka kalau mengikuti pelajaran ini”, pikirku dalam hati. Bel berbunyi tanda pelajaran matematika usai, rasanya bagai terbang ke surga. Sehabis ini kuikuti pelajaran yang lain dengan baik, tak terasa bel panjang berbunyi dan jam dinding menunjukkan pukul setengah dua, tanda siswa-siswi SMA Tunas Bangsa harus pulang, terkecuali mereka siswa-siswi yang mengikuti organisasi sekolah dan mereka pulang agak sore.

Matahari lurus di atas kepalaku sinarnya menusuk kulit, panasnya bukan main memaksa air peluhku keluar, rasanya seperti mandi, keringat membasahi seluruh tubuhku. Kupacu motorku dengan cepat sudah tak tahan ingin cepat  pulang ke rumah. Rasanya ingin cepat pulang terbayang segelas es di pelupuk mataku, ingin segera kutenggak. Tak berapa lama sampailah aku di rumah, bergegas tak kulepas seragamku dulu langsung ku berlari menuju ke lemari es untuk bermaksud membuat segelas es. Kutengak langsung, habis 3 gelas. “Memang siang sangat panas”, pikirku.

*

Ayam berkokok…aku menguap sebentar, kulihat  jam bekerku yang duduk di atas meja menunjukkan pukul setengah lima subuh. Dengan berjalan gontai menuju kamar mandi, dan bermaksud untuk kencing. “Uggrh…nikmat rasanya kalau sehabis kencing”, kataku. Kuambil air wudhu lalu kulanjutkan sholat shubuh. Biasanya aku sholat di mushola, tapi kali ini dirumah karena di luar udara sangat dingin, malas untuk keluar rumah. Padahal kata kyai-kyai yang suka dakwah, sholat berjamaah pahalanya lebih banyak daripada sholat di rumah. Tapi yang aku tak habis pikir, kenapa kyai-kyai itu hanya bisanya ngomong tapi prakteknya nol. “Ah emangnya gue pikirin, kataku dalam hati sambil tersenyum kecut.

Pagi ini kurang cerah, mentari malas keluar dari selimutnya. Udara sangat dingin, membuatku merinding dan malas untuk mandi. Padahal aku harus sekolah. Kuberanikan diri untuk mandi, kuguyur air  dari atas kepalaku sampai bawah kakiku, benar saja airnya sangat dingin. Kupercepat mandiku karena sudah tak tahan dengan dingin air bak mandi itu. Selesai, seperti biasanya yang rutin setiap hari, kupersiapkan perlengkapan sekolah dan sebagainya.

Kupacu sepeda motorku, angin menerpa tubuhku menambah suasana dingin padaku. Seperti biasanya aku ambil jalan yang setiap hari kulalui. Kulihat wanita sebaya yang kemarin, dia melambaikan tangannya seperti kemarin dan membonceng motorku. Dari sejak itu sampai sekarang, kira-kira sudah 4 bulan bu Yati membonceng motorku.

Pernah suatu hari bu Yati memberikan sehelai kain untuk ibuku sebagai tanda terimakasih karena  bu Yati setiap hari membonceng motorku. Aku juga pernah diajak bu Yati ke rumahnya, untuk sekedar silaturahmi dan dikenalkan dengan anaknya seorang perempuan berumur 15 tahun  yang bernama Wati. Dia masih duduk di kelas 2 SMP, wajahnya muram, rambutnya kusut tak terawat .
Mereka cuma tinggal berdua di rumahnya. Karena saking akrabnya aku dengan Wati, dia sudah kuanggap seperti adik sendiri, maklum di rumah aku tidak punya adik, hanya punya 1 kakak itupun sudah menikah.

Kalender menunjukkan tanggal 21 januari, hari senin. Aku masih memeluk erat guling di kamar, malas untuk sekolah apalagi hari ini ada ulangan matematika, kuputuskan untuk tidak berangkat sekolah. Masa bodoh aku tak dapat nilai matematika. “Aku tidak usah khawatir dimarahi ortu, soalnya mereka lagi liburan di luar kota, aku sendirian di rumah jadi gak akan ada yang memarahiku”, pikir aku dalam hati.

Hari selanjutnya aku berangkat seperti biasa. Seperti biasa juga bu Yati menungguku untuk membonceng. Kulihat hari ini bu Yati agak aneh, pandangannya kosong wajahnya layu dan berpakaian seperti orang yang sedang menunaikan haji, putih-putih. Selama membonceng aku, beliau hanya diam saja tidak seperti biasanya yang orangnya suka bicara alias cerewet. Aku teringat kemarin sewaktu aku tidak berangkat sekolah, dia naik apa ke pasar baru?. Kutanyakan hal itu pada bu Yati, dia hanya menjawab jalan kaki, cuma itu yang dia katakan lalu diam sepanjang perjalanan. Yang tak kalah anehnya lagi setelah sampai tujuan, dia tidak meminta turun di depan pasar baru tetapi di depan pemakaman yang terletak di samping pasar baru. Aku berpikir, “bu Yati mau jualan atau ziarah”. Kuperhatikan sejenak bu Yati setelah turun dari motorku, beliau masuk ke dalam pemakaman dan menuju ke kuburan yang masih baru. Beliau duduk di samping kuburan itu dan hanya diam. Aku tak tahu, siapa yang baru mati, kulihat nisannya bermaksud kubaca namanya, tapi tak bisa kubaca terlalu jauh jarak aku yang masih di pinggir jalan dengan kuburan itu. Aku lantas pergi begitu saja. Sepulang sekolah seperti biasa aku melewati pasar baru dan pemakaman itu, setelah motorku melaju kira-kira di depan pemakaman, dengan tak sengaja ku melihat bu Yati masih duduk termenung di kuburan itu. Aku setengah kaget berpikir, “ berarti dari pagi tadi sampai siang ini bu Yati tidak jualan alias masih di pemakaman. Kupanggil namanya bermaksud untuk mengajaknya pulang, tapi tidak mendengar panggilanku padahal aku sudah berkali-kali memanggil. Beliau hanya diam saja tak menoleh sedikit pun, lantas aku pulang tak sempat menghampiri bu Yati karena hari sudah terlalu siang.

Esok pagi aku berangkat seperti biasanya, kejadian kemarin terulang kembali, persis. Bu Yati mengenakan baju putih dengan wajah kusut. Kejadian aneh itu terulang sampai tiga hari. Setelah itu bu Yati tidak pernah membonceng motorku lagi, sudah tiga hari pula kira-kira berlalu sejak bu Yati tidak membonceng motorku. “Ini aneh”, pikirku. Sepulang sekolah aku menuju ke pasar baru, untuk bertanya perihal bu Yati. Kuhampiri orang-orang pasar. Aku bertanya pada salah satu seorang penjual sayur, dia namanya mbok Darmi. “Mbok, aku lihat-lihat di pasar kok Bu Yati pedagang kain  tidak jualan?”, tanyaku. “Waduh dek, bu Yati itu sudah meninggal seminggu yang lalu karena tertabrak truk, kira-kira kalau ga salah hari senin”, kata mbok Darmi. Aku belum percaya ucapan mbok Darmi, lantas aku kerumahnya untuk menanyakan kepada Wati. Sampai di depan rumahnya aku lihat Wati menangis terisak-isak sendirian. Aku menanyakan perihal bu Yati, benar saja bu Yati telah meninggal seminggu yang lalu, tepatnya hari senin. Aku bertanya kepada Wati, “Kok kamu tidak mengabarkan aku kalau bu Yati telah meninggal?”, tanyaku. “aku tidak tahu rumah mas, jadi gak bisa mengabarkan kepada mas,” jawab Wati sambil menangis tersedu-sedu. 
Aku kaget setengah mati, karena habis kematian bu Yati aku masih sempat memboncengkan beliau sampai tiga hari.  Aku pingsan tak sadarkan diri.
Aku membuka mata lebar-lebar, tiba-tiba aku sudah terbaring di kasur di kamarku. Ibuku bertanya padaku kok bisa sampai pingsan? Aku ceritakan segalanya. Kulihat ibu mengelus dadanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku mendengar kabar kalau Wati meninggal bunuh diri, keluargaku sontak kaget. Oleh pengakuan tetangganya Wati bunuh diri karena tak tahan menjadi anak yatim piatu. Padahal ibuku mau mengangkatnya menjadi anak angkat  dan sebagai adik angkatku, tapi ini mungkin sudah takdir. Sungguh malang nasib keluarga bu Yati”, Pikirku.      




   





 

Games

situs game online

  • game.boleh.com
  • www.games.com
  • www.devinekids.com


Religion

KH Kholil Ridwan:
'Ada Ketidakadilan terhadap Pesantren'
      ( )          

Begitu bom meledak di Bali Oktober lalu, yang disusul dengan munculnya video rekaman para aksi bom bunuh diri yang mengaku sengaja melakukannya atas nama 'jihad'. tiba-tiba saja dunia pesantren menjadi tersandera. Aneka wacana bermunculan dalam kaitan pengawasan pesantren. Dan gongnya, adalah perlunya pengambilan sidik jari bagi semua siswa pesantren.

 

''Kalau saya kasih komentar, ini artinya ada ketidakadilan publik terhadap pesantren. Kenapa misalnya, para alumni Universitas Indonesia (UI) yang menjadi koruptor, sebut misalnya, Ketua KPU Nazaruddin Syamsuddin, ditahan karena dianggap korupsi, tapi kok UI tidak dikatakan sebagai sarang koruptor,'' ujar Ketua Majlis Pimpinan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), KH Kholil Ridwan.

 

Padahal, kata dia, pesantren termasuk ikut melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berperan besar terhadap kehiduban bangsa Indonesia. Namun, ia tidak menganggap serius upaya-upaya memojokkan pesantren seperti itu.

 

''Yang terpenting, bagaimana para pimpinan dan pengasuh pesantren bisa menjelaskan kepada para wali santri bahwa semua wacana itu adalah fitnah dan tidak benar. Ini strategi musuh-musuh Islam yang sedang mengobok-obok pondok pesantren,'' ujarnya.

 

Kepada Damanhuri Zuhri dari Republika, ia menguraikan peran sosial pesantren dalam kaitan kehidupan berbangsa dan bernegara. Berikut ini wawancara dengan salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al Husnayain, Pasar Rebo, Jakarta Timur, ini.

   

Kabarnya ada rencana pengawasan terhadap pesantren, termasuk perubahan kurikulumnya. Betulkah demikian?
Ada klarifikasi dari Menteri Agama bahwa dia tidak mau mencampuri kurikulum Pondok pesantren (Ponpes). Kapolri juga sudah membuat pernyataan tidak akan ada sidik jari terhadap santri-santri, Wapres Jusuf Kalla juga sudah. Atau memang sudah begitu pakem menjadi pejabat; (setelah terjadi pro-kontra) kemudian mengatakan tidak, bukan begitu maksudnya, dan sebagainya. Tapi, memang harus ada gerakan umat Islam khususnya para tokoh dan pengasuh pondok pesantren untuk menentang hal itu. Apakah itu hanya coba-coba, apalagi jika sungguhan. Saya banyak sekali menerima SMS supaya menolak secara tegas rencana Polri untuk melakukan sidik jari terhadap santri ponpes.

   

Terkait terorisme, ada stigmatisasi terhadap pesantren. Bagaimana Anda memandang hal ini?
Saya kira kalau pesantren itu yang mengajarkan terorisme, aksi-aksi teror sudah ada sejak dulu. Sebelum Indonesia merdeka sudah ada pesantren. Pendidikan di pesantren sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun sebelum ada tragedi WTC, disusul bom Bali I, lalu bom Bali II. Kenapa pada saat ada alumni pesantren yang cuma segelintir orang menjadi terdakwanya, lantas pesantrennya yang dicurigai.

   

Bagimana kiprah pesantren sebetulnya?
Justru Ponpes itu ikut melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dibayar dengan darah dan nyawa. Lihat saja peristiwa 10 Nopember, yang dijadikan sebagai Hari Pahlawan. Bung Tomo (pejuang Surabaya yang menjadi tokoh peristiwa itu) menggunakan jargon-jargon ponpes, antara lain dengan pekik takbir di RRI, para santri dan pemuda alumni ponpes bergerak semua untuk berjihad melawan tentara sekutu yang begitu kuat sampai Jenderal Malaby tewas dalam pertempuran itu. Sebelum itu kita mengenal tokoh-tokoh Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan lainnya, semuanya mereka mengorbankan ruhul jihad (semangat jihad, red) yang itu sebetulnya ajaran Islam. Dan, ruhul jihad itu yang menjadikan ponpes berjuang untuk mengusir penjajah sehingga bangsa Indonesia merdeka.

   

Kalau begitu, sangat ironis jika kemudian Ponpes dianggap malah mau menghancurkan negara dengan aksi terornya?
Ya, sangat naif. Dan itu menyakiti hati umat Islam. Berarti pemerintah atau penguasa akan buka front, bukan menyelesaikan masalah. Kalau ponpes dituduh, justru akan menimbulkan masalah baru. Yang dituduh itu bukan lembaganya, harusnya oknumnya; kebetulan dia alumni Ponpes. Kalau Ponpesnya, pemerintah seharusnya berterimakasih kepada ponpes. Kalau seandainya ponpes ditutup, diperlakukan semena-mena, kalau misalnya hitung-hitungannya sampai kemudian ponpes ditutup semua, pemerintah mau membangun sekolah sebanyak 17 ribu sebagai gantinya ponpes, dari mana dananya?

   

Bagaimana antisipasinya agar masyarakat tidak fobia terhadap pesantren?
Saat ini ada usaha untuk meluruskan makna jihad. Sekarang sedang dibuat konsep jihad yang seutuhnya oleh Tim Penanggulangan Terorisme (TPT). Tim itu nanti ditugaskan untuk meneliti beberapa ponpes yang dicurigai. Ini akan dijadikan bahan oleh aparat pemerintah dan juga dijadikan bahan oleh pimpinan ponpes bahwa jihad yang benar itu seperti apa, dan bahwa bom bunuh diri itu bukan jihad. Saya kira memang harus ditangani secara mendasar. Kalau saya mengambil hikmahnya, bahwa dengan adanya kasus bom bunuh diri, kemudian adanya rencana over acting mau mengambil sidik jari segala, maka masyarakat akan penasaran dan terdorong untuk  mencari definisi jihad yang benar.

 

Gara-gara informasi seperti ini banyak orang jadi ketakutan memasukkan anaknya ke ponpes, Anda mendengarnya?
Ya, ini sisi negatifnya yang harus kita luruskan. Hikmahnya, orang jadi mau mempelajari makna jihad, kemudian ponpes akan mengajarkan santrinya bahwa jihad yang benar itu kaya apa. Dan nanti Ponpes jadi lebih hati-hati dalam sepak terjangnya di masa yang akan datang dan masyarakat akan mengerti bahwa pesantren itu bukan sarang teroris. Kalau pun ada satu-dua ponpes yang menyalahgunakan, masyarakat akan tahu. Jadi, kalau masyarakat takut memasukkan anaknya di ponpes tertentu yang memang dicurigai karena hal itu, ndak apa-apa, logis saja sebagai konsekuensi satu gerakan.

   

Ada informasi terakhir, untuk ngajar di Ponpes di Jawa Barat, harus mendapat izin pihak kepolisian, bagaimana ini?
Inilah salah satu sikap tindakan di bawah, bukan Kapolrinya. Di bawah ini ada yang over acting. Jadi, instuksi dari atas hijau muda, di bawah menjadi hijau tua. Kalau misalnya pengawasan bukan hanya pesantren tapi semuanya. Tapi, kalau belum apa-apa sudah diomongin ponpes mau diawasi, santrinya disidik jari, jadi bukan kerjaan intel. Kalau intel hanya mengawasi tapi punya target lain. Ada yang mengatakan ada grand design, bisa saja dari luar secara tidak sadar, kita terbawa oleh irama desain itu. Apakah kita dalam artian pemerintah, aparat, atau memang ada oknum di aparat yang memancing di air keruh. Ada yang sambil menyelam minum air.

   

Sebenarnya, seberapa besar peran pesantren terhadap kehidupan bangsa ini?
Ingat, republik ini berhutang kepada ponpes. Lihat saja, anak didik alumni ponpes tidak pernah tawuran, pergaulan bebas, hidup sederhana, tahan banting. Kalau pun dia menjadi aparat, pegawai negeri, lebih dekat kepada kejujuran, walapun ada beberapa oknum yang akhirnya ikut arus juga. Tapi, Ponpes itu fungsinya untuk pembangunan bangsa dan negara serta pembangunan generasi yang akan datang itu sangat besar.

   

Anda mengambil banyak pelajaran dari gonjang-ganjing pesantren belakangan ini?
Ya. Saya menghimbau, para pimpinan dan pengasuh ponpes atau masyarakat pesantren, perlu waspada. Tapi, jangan sampai isu terorisme ini belum apa-apa pak kiainya sendiri yang ketakutan. Perlu juga memberikan penjelasan-penjelasan kepada wali-wali santri ini adalah fitnah, tidak benar, ini strategi musuh-musuh Islam yang sedang meng-obok-obok Ponpes. Untuk pihak keamanan mohon untuk tidak over acting. Kalau memang ada satu dua ponpes yang mau diselidiki, lakukanlah, tapi jangan membuat orang jadi alergi terhadap pesantren. Dari dulu Ponpes kan banyak yang diawasi dan hasilnya tidak pernah diumumkan. Apalagi sekarang ada Tim Penanggulangan Terorisme. Apabila menginginkan sesuatu tentang Ppnpes, bisa koordinasi dengan tim ini, tidak langsung masuk ke ponpes.

Makanan dan Minuman Sehat

                       Sejarah dan perkembangan kacang kedelai                    

           
      
Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. Pada sekitar tahun 1100 BC, kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.
Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 100 AD dan meluas ke seluruh negara-negara Asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun 1500 AD. Pada awal abad ke 18, kacang kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat.
Pada tahun 1970, tahu menjadi terkenal sebagai makanan alternatif dari daging yang “ramah lingkungan”. Orang-orang yang memperhatikan tentang kelaparan di seluruh dunia serta pemeliharaan sumber-sumber alam menganggap tahu sebagai pilihan makanan yang lebih murah dan sumber protein yang lebih efisien dibandingkan produk hewani.
Hari ini, banyak orang telah beralih ke tahu dan produk yang berkaitan dengan tahu (termasuk minuman kacang kedelai), bukan untuk melindungi lingkungan, tetapi untuk kesehatan diri sendiri. Produk yang berkaitan dengan kacang kedelai merupakan makanan tambahan yang terjangkau.
          
                                
              

                       Kandungan kacang kedelai                    

           
      
Kacang kedelai terkenal dengan nilai gizinya yang kaya dan merupakan salah satu makanan yang mengandung 8 asam amino yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Tidak seperti makanan lain yang mengandungi lemak jenuh dan tidak dapat dicerna yang terdapat pada sebagian besar makanan hewan, kacang kedelai tidak mengandung kolesterol, mempunyai rasio kalori rendah dibandingkan protein dan bertindak sebagai makanan yang tidak menggemukkan bagi penderita obesitas.
Kacang kedelai juga mengandung kalsium, besi, potassium dan phosphorus. Kacang kedelai juga kaya akan vitamin B kompleks. Kacang kedelai merupakan salah satu yang mengandung protein tinggi, makanan yang berkalsium tinggi, kacang kedelai juga unik karena bebas dari racun kimia. Sedangkan tisu lemak hewan diketahui mengandung 20 kali lipat baja berat, racun serangga dan racun tanaman dibandingkan yang terdapat pada tanaman kacang-kacangan.
          
     
                          
              

                       Manfaat kacang kedelai                    

           
      

Sumber protein nabati yang terbaik
Meningkatkan metabolisme tubuh
Menguatkan sistem imun tubuh
Menstabilkan kadar gula darah
Melindungi jantung
Menambah daya ingat
Membentuk tulang yang kuat
Menurunkan resiko sakit jantung
Menurunkan tekanan darah dan kolesterol
Mencegah menopause bagi wanita
Menurunkan resiko kanker payudara
Menurunkan resiko kanker prostat

Mengurangi resiko serangan jantung dan strok
Menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan



          
     
                          
              

                       Perbandingan antara susu sapi dengan kacang kedelai                    

           
      

          
     
                              

          

                       Melilea susu kedelai bubuk instan bebas bahan pengawet                    

                  
Terbuat dari kacang kedelai yang berasal dari Heilong Jiang di China, yang terkenal di seluruh dunia dengan kualitas kacang kedelainya. Iklim yang sesuai, lingkungan tanah dan juga air yang bebas polusi menghasilkan kacang kedelai yang terbaik di dunia.

Proses pembuatan Melilea susu kedelai yang unik dengan kualitas kacang kedelai yang terbaik Kandungan zat dan nilai gizi dari kacang kedelai tetap di jaga tanpa bahan tambahan atau zat pengawet. Minuman instan Melilea susu kedelai bubuk mempunyai ciri khas yaitu lembut dan asli tanpa rasa langu.

Sesuai untuk segala umur.
Bayi: Sangat sesuai bagi bayi yang mempunyai masalah sistempencernaan dan alergi terhadap susu sapi.
Anak-anak: Memberi makanan yang bergizi untuk memperkuat daya ingat serta meningkatkan pertumbuhan badan.
Wanita hamil: Membantu memberikan gizi yang mencukupi seperti kalsium dan protein baik untuk ibu maupun bayinya.
Remaja dan dewasa: Membantu menurunkan kolesterol serta seluruh gizi yang diperlukan.
Lanjut usia: Membantu menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan secara umum.

Komposisi: Kacang kedelai, sukrosa, maltosa.
Tanpa bahan pengawet, pengembang, pengental, perasa tiruan dan pewarna.
Cara penggunaan: Campurkan 3 atu 4 sendok susu kedelai bubuk instan ke dalam air hangat atau dingin lalu diaduk rata.

Acara Favorit

Empat Mata Image Senin - Jumat | 21.30 WIB
Trans7 menawarkan program Comedy Talk Show “Empat Mata”. Adalah sebuah program Talk Show yang berbeda dengan talk show-talk show lainnya. Empat Mata adalah sebuah talk show yang menggunakan perspektif komedi dan selalu menghadirkan Selebriti di setiap episodenya.

Tidak hanya menawarkan informasi, tapi juga sekaligus komedi yang segar yang dibawakan oleh Tukul Arwana, seorang Commedian yang multitalent, dapat menghibur anda sampai terpingkal-pingkal dengan candaan segar sambil mengobrol ringan seputar topik-topik menarik bersama para bintang tamu.

Selalu membahas topik / kasus yang sedang santer di masyarakat dan topik-topik yang unik, menarik & timeless. Tidak hanya talk show & komedi, Empat Mata juga memiliki unsur entertainment lain, yaitu musik, kejutan-kejutan untuk bintang tamu ataupun host.

saksikan kocaknya Tukul dalam Empat Mata hanya di Trans7

   

Band Favorit

Slank

Slank
Asal Jakarta, Indonesia
Tahun aktif 1983 - sekarang
Aliran Rock
Label Pulau Biru
Manajemen
Personil Bimo Setiawan Almachzumi
Akhadi Wira Satriaji
Mohammad Ridwan Hafiedz
Ivan Kurniawan Arifin
Abdee Negara
Mantan personil
Situs web www.slank.com

Slank adalah nama salah satu grup musik papan atas Indonesia yang bermula dari Desember 1983 dengan pendirian Cikini Stones Complex (CSC), grup musik yang terdiri dari anak-anak SMA Perguruan Cikini, Jakarta. Di sinilah Bimo Setiawan (drum), Boy (gitar), Kiki (gitar), Abi (bass), Uti (vokal) dan Well Welly (vokal) mengekspresikan kesukaan mereka terhadap karya-karya Rolling Stones.

Sayangnya grup ini tidak bisa bertahan dan membubarkan diri. Selanjutnya berturut-turut terjadi perombakan personil sampai akhirnya terbentuk formasi ke-14 pada tahun 1996 yang bertahan sampai sekarang. Formasi akhir ini, yang dimulai dari album ke-7 Slank, terdiri dari Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abdee (gitar).

Slank memiliki kelompok penggemar yang fanatik, yang dikenal sebagai Slankers.

[sunting] Diskografi

  1. 1990 - Suit-Suit....Hehehe (Gadis Sexy)
  2. 1991 - Kampungan
  3. 1993 - Piss
  4. 1995 - Generasi Biru
  5. 1996 - Minoritas
  6. 1996 - Lagi Sedih
  7. 1997 - Tujuh
  8. 1998 - Mata Hati Reformasi
  9. 1999 - 999
  10. 2001 - Virus
  11. 2003 - Satu Satu
  12. 2003 - Bajakan!
  13. 2004 - Road to Peace
  14. 2005 - Plur
  15. 2006 - Slankisme
  16. 2007 - Slow But Sure
Slank
Personil
Bim-Bim - Kaka - Ridho - Ivanka - Abdee
Mantan Personil
Bongky - Pay - Indra - Reynold
Album
Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy) - Kampungan - Piss! - Generasi Biru - Minoritas (album) - Lagi Sedih - Tujuh (album) - Mata Hati Reformasi - 999 - 09 (I&II) - Ngangkang - Virus (album) - Satusatu
Rilis lainnya (Album live, single, dan lain-lain)
Konser Piss 30 kota - Virus road show - Bajakan

Klub Favorit

Persis Solo adalah klub sepakbola yang didirikan pada tahun 1923 di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Persis Solo adalah raksasa sepakbola Indonesia di masa lalu, Persis pernah menjuarai kompetisi Perserikatan sebanyak 7 kali, namun kejayaan itu hanya berlangsung hingga akhir 1940-an. Saat ini Persis bermarkas di Stadion Manahan, yang memiliki kapasitas 30.000 penonton. Persis memiliki julukan "Laskar Samber Nyawa". Pada musim 2006 Persis bermain di Divisi Satu Liga Indonesia dan berhasil menjadi runner up dibelakang Persebaya , atas prestasi ini Persis promosi ke divisi utama pada musim kompetisi 2007-2008. Persis memiliki suporter fanatik yang di sebut Laskar Pasoepati (Pasukan Suporter Solo Sejati).

Ketua Umum Persis 2006 adalah FX Hadi Rudyatmo atau akrab disapa Rudy. Manajer: Sumartono Hadinoto, dibantu empat asisten manajer dan Sekretaris Manajer Abraham EWT.

Berkas:Logopersissolo.gif
Nama lengkap Persatuan Sepak bola Indonesia
Solo
Julukan Laskar Samber Nyawa
Didirikan 1923
Alamat
Stadion Stadion Manahan
Kapasitas 30.000
Ketua Umum FX Hadi Rudyatmo
Sekretaris
Bendahara
Manajer Sumartono Hadinoto
Pelatih
Asisten Pelatih
Dokter Tim
Liga Divisi Utama
2007 Divisi Utama

Buku Favorit

Ronggeng Dukuh Paruk
   Ahmad Tohari

    Ukuran     :     15 x 21 cm
  Tebal     :     397 halaman
  Terbit     :     Januari 2003

               

Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pendukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten. Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pedukuhan itu dibakar. Ronggeng beserta para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu. Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itu setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki mana pun. Ia ingin menjadi wanita somahan. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya, sepercik harapan timbul, harapan yang makin lama makin membuncah. Tapi, ternyata Srintil kembali terempas, kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan, tanpa harkat secuil pun...
    ISBN : 979-22-0196-3; 40103002

Politik

1. G30S: INDAHNYA BEGAWAN POLITIK SOEHARTO MENIPU BANGSANYA!

Pengantar

Indonesia sejak dulu hingga kini selalu menjadi incaran negara asing untuk “dijajah” atau dijadikan negara boneka, contoh negara asing misalnya: Inggris, Portugis, Belanda, Jepang, USA, Singapore, Arab Saudi, dst. Alasan utama negara asing itu adalah: geo politik yang baik, kaya raya sumber alam, subur sekali, kaya akan laut yang berarti kaya akan ikan yang merupakan sumber pangan yang luar biasa, kaya manusia shg baik untuk pasar/konsumsi, dan alamnya indah sekali bak mutiara di katulistiwa, dst. Diera perang dingin, antara tahun 1960 s/d 1965 Indonesia menjadi ajang pertempuran antara kapitalis (USA) lawan komunis (Rusia, China). Pada peristiwa G30S di tahun 1965, USA dkk. membackup militer dan mahasiswa, Rusia membackup partai komunis. Di Indonesia yang menang adalah USA dkk., di Vietnam yang menang Rusia. Otak penggulingan Soekarno adalah CIA (USA) dengan operator lapangan adalah Soeharto dibantu para oknum jendral TNI AD. Dengan dominasi USA melalui SDM yang diwakili oleh mafia alumni West Point (sisi militer) dan mafia alumni Berkeley (sisi sipil), maka mulai saat itu Indonesia bagaikan syah menjadi negara boneka USA, seperti boneka yang lain seperti: Syah Iran, Marcos, Mobutu Seseko, Raja Faad, dst. Hubungan antara Amerika dengan Soeharto saat 1965 adalah bagaikan hubungan antara majikan (atau dalang) dengan pembunuh bayaran (atau operator lapangan); hubungan ini sampai dengan saat ini masih amat sangat dirahasiakan. Akibat konspirasi destruktip ini, USA bagaikan mempunyai kartu As terhadapap Indonesia; apapun kehendak USA boleh dikata harus dituruti oleh pemerintah Indonesia, misal dalam hal kasus Free Port, tambang minyak blok Cepu, dan kasus MOU Microsoft. Jadi, rahasia terbesar dan maha memalukan para penguasa politik Indonesia saat ini ada ditelapak tangan pemerintah Amerika! Oleh sebab itu, kalau semua keinginan USA tidak dituruti, rahasia ini dapat mereka (USA) ungkapkan. Dan kalau diungkapkan, maka nasib fatal akan dialami oleh Soeharto dan para oknum jendral TNI AD (plus mafia Berkeley); sebab ternyata mereka ini adalah pengkianat negara terbesar sepanjang sejarah Indonesia, konsekuensinya bangsa Indonesia barangkali akan menggantung pengkianat ini tinggi2 di menara Monas Jakarta, dan nama harum mereka akan hancur berantakan seketika itu. Mengingat regim Soeharto masih mendominasi perpolitikan di Indonesia hingga kini (hampir semua parpol disusupi oleh para oknum jendral TNI AD), maka maha rahasia ini sulit dibongkar. Para jendral pengkianat bangsa ini pada akhir hidupnya (yang tinggal beberapa tahun lagi, sudah tua2 bangka) dihantui rasa kecemasan luar biasa, yaitu terbongkarnya skandal mereka. Untuk menutup maha rahasia ini, PKI dikambing hitamkan. G30S di tahu 1965 adalah pengkianatan para oknum jendral TNI AD dibawah pimpinan Soeharto atas bangsanya, bukan pengkianatan PKI. Kasus terakhir (awal Maret 2007) menandaskan kecemasan hidup para jendral ini, mereka melarang buku pelajaran sejarah dari SD, SMP dan SMU, karena tidak memuat kata PKI. Tembok Berlin runtuh, patung Kremlin tumbang, patung Sadam Husein rontok, dan pada suatu ketika nanti tembok penghalang kebenaran sejarah ini akan runtuh. Kata orang bijak: “Bau bangkai tidak dapat disembunyikan terusmenerus.” Kapan runtuhnya rahasia G30S? Tergantung pada kemauan dan kecerdasan bangsa Indonesia. Terutama sivitas akademikanya, apakah mereka tetap ingin bodoh, membodohi diri sendiri, atau dibodohi oleh para pengkianat bangsa serta tetap tunduk-patuh pada mereka. Sangat disayangkan, anak2 Soekarno, para korban tak bersalah 1965, dan bahkan partai sebesar PDIP tak mampu mengunyah dan membeberkan maha rahasia ini! Padahal bila dominasi perpolitikan Indonesia oleh para jendral pengkianat bangsa ini dapat diakhiri secara cepat, maka percepatan perbaikan bangsa juga akan mengalami kelipatan luar biasa, bagaikan habis gelap terbitlah terang! Berikut ini analisa kritis peristiwa G30S.

 

Jurus Indah Soeharto di Tahun 1965

 

- Bung Karno (BK) adalah seorang jenius yang disegani oleh dunia internasional di masa hidupnya. BK mempunyai visi sangat jauh kedepan untuk Indonesia yakni Indonesia adalah: non blok, mandiri (berdikari = berdiri diatas kaki sendiri), berkepribadian kuat, berbasis Bhineka Tunggal Ika (pluralisme), serta berdasar Pancasila, dan tidak mau tergantung pada utang luar negeri (semboyan BK: “Go to hell with your aids!”). Pada usia yang masih muda (k.l. 30 tahun), Soekarno muda sudah berani menelorkan gagasan “Indonesia Menggugat” didepan pengadilan Belanda. BK juga sadar bahwa level pendidikan bangsanya saat itu rata2 masih SMP, maka tidak mungkin memakai sistem demokrasi penuh, maka beliau dengan bijak memilih menggunakan sistem demokrasi terpimpin.

- Super power dunia saat itu (1960 s/d 1980) adalah USA yang kapitalis dan Rusia yang komunis. Kedua negara adidaya ini terusmenerus menjadi sumber kekacauan/pergolakan (atau dalang internasional) di banyak negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Indonesia dengan segala kelebihannya/kekayaan alamnya jelas merupakan target perebutan hegemoni oleh kedua negara adidaya tsb.

- Untuk menguasai Indonesia, USA dkk. dengan cerdik telah menyiapkan SDM, kelompok SDM ini nantinya disebut sebagai Mafia Berkeley (untuk intelektual sipil) dan Mafia West Points (untuk mafia Angkatan Darat). Jendral Soeharto yang cerdas namun licik mampu melihat adanya kemungkinan untuk menguasai Indonesia melalui kupdeta militer yang merangkak. Maka Soeharto dkk. lalu melakukan konspirasi dengan USA (via CIA) tuk menusuk bangsanya sendiri (Bung Karno) di tahun 1965. Pada tahun 1965, Indonesia sedang dijadikan ajang pertempuran ideologi antara USA dkk. melawan Rusia dkk. USA dibelakang militer/AD dan mahasiswa, sedangkan Rusia/China dibelakang PKI. Di Indonesia yang menang USA, di Vietnam yang menang Rusia.

- Pembunuhan para jendral (Ahmad Yani, Suparman, Tendean, dst) adalah dikarenakan mereka menolak melepas prinsip non blok dan menolak untuk berpihak pada regim Soehato/USA. Selain itu, mereka harus dihabisi Soeharto dkk. agar tidak menjadi pesaing/duri dalam daging. Nasution yang dapat menyelamatkan diri, akhirnya terpaksa bergabung dengan Soeharto; pada akhirnya: Jendral Soeharto menjadi presiden, dan Nasution menjadi ketua MPRS, mulai saat itu Indonesia dibawah regim militer (eksekutip dan legislatip dibawah militer) dan menjadi negara boneka USA! Keterlibatan AS dalam kupdeta militer yang merangkak di tahun 1965 di Indonesia sudah banyak ditulis. Semalam sebelum pembunuhan, Soeharto telah diberitahu oleh Latief akan adanya aksi ini, namun ia tidak bertindak sama sekali. Selain itu, para jendral itu harus dihabisi Soeharto dkk. agar tidak menjadi pesaing/duri dalam daging. Nasution yang dapat menyelamatkan diri, akhirnya terpaksa bergabung dengan Soeharto; pada akhirnya: Jendral Soeharto menjadi presiden, dan Nasution menjadi ketua MPRS, mulai saat itu Indonesia dibawah regim militer (eksekutip dan legislatip dibawah militer, sehingga tak dapat disangkal lagi bahwa telah terjadi coup d’etat oleh TNI AD!), dan Indonesia menjadi negara boneka USA! Pada era itu USA banyak membuat negara boneka, baik di Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, dengan cara merekrut militer dan cendekiawannya. Amerika pada saat itu boleh dikata pabrik negara boneka.

- Jendral Soeharto beserta para jendral TNI AD kemudian memprovokasi/mendalangi massa NU (umat Islam, terutama di Jatim) untuk membantai ratusan ribu massa PKI yang tak berdosa dan tidak tahu menahu tentang politik di desa2 ditahun 1965, hal ini dilakukan untuk menutupi coup detat angkatan darat sekaligus mengkambinghitamkan PKI. Cara provokasi adalah dengan melarang surat kabar umum beredar, dan hanya harian Angkatan Bersenjata dan Berita Yudha (keduanya milik TNI AD) saja yang boleh beredar. Isi beritanya sangat provokatip dan tendensius, misalnya pesta Gerwani dan penyiksaan para jendral di Lubang Buaya; berita ini dibuat untuk menjadikan PKI musuh bersama bangsa. Pembunuhan yang lebih kejam lagi adalah “pembunuhan kemanusiaan” terhadap anak cucu para anggota PKI yang tidak tahu menahu dan tidak terlibat politik dengan cara merintangi perkembangan kepribadian, emosi dan bisnis mereka (alat2 pembunuh yang diciptakan misalnya: litsus dan S.K bebas G30S). Operator pembunuhan nasional ini adalah pasukan KOPASUS/RPKAD. Baru Gus Dur saja (saat itu sebagai presiden) yang meminta maaf atas kebiadaban umat NU dalam menjagal sesama anak bangsa. Semenjak sukses adu domba ditahun 1965, maka hobi para jendral TNI AD itu s/d sekarang masih diteruskan dengan banyaknya kasus2 kerusuhan massa di berbagai daerah, misalnya: Tisakti, Pembantaian Tionghoa, Ambon, Poso, Sampit, Banyuwangi-santet, dst. (harap baca artikel2 dari George Aditjondro).

- Sukses dr. Mahar Mardjono “mempercepat hidup” Bung Karno membuat ia dihadiahi jabatan tinggi yaitu Rektor Universitas Indonesia (UI). Sejak saat itu, dimulailah konspirasi destruktip segitiga antara UI - regim militer - USA, tak heran UI bangga menyebut dirinya sebagai “kampus Orde Baru”. Penempatan jendral AD, Nugroho Notosusanto, sebagai rektor UI menambah gelapnya pendidikan dan sejarah di Indonesia; beliau mengenalkan hari Kesaktian Pancasila dan wawasan almamater. Warna jaket GOLKAR pun dibuat serupa dengan jaket UI yang kekuning-kuningan seperti kotoran tai itu. Untuk mendominasi SDM Indonesia, USA telah menancapkan alumni2nya, misalnya militer dari West Point dan sipil dari Berkeley. Alumni militer USA disebut Mafia West Point mendominasi TNI AD, alumni sipil dikenal sebagai Mafia Berkeley (boleh juga disebut Mafia UI, sebab kebanyakan para dosen UI) mendominasi pemerintahan terutama jabatan keuangan/finansial. Sejak saat dimulainya konspirasi destruktip (jaman Mahar Mardjono) sampai dengan saat ini (2007), UI boleh dikata “tempat lokalisasi pelacur intelektual” (mirip lokalisasi WTS). Tempat subur bagi intelektual yang mengabdikan dirinya bagi negara asing (USA/IMF) dan bagi regim militer. Semenjak itu (sampai saat ini), regim ORBA pasti menempatkan sivitas akademika UI pada jabatan yang strategis tanpa memperhatikan moralitas! Kasus terakhir yang terungkap adalah kasus KPU, dimana orang mulai menyangsikan apakah pemilu yang dimenangkan SBY jujur dan adil? Peran sivitas akademika UI di penyelewengan KPU sungguh luar biasa. Dengan dominasi USA melalui SDM ini, maka Indonesia syah menjadi negara boneka USA, seperti boneka yang lain: Syah Iran, Marcos, Mobutu Seseko, Raja Faad, dst. Peran sivitas akademika UI terhadap kehancuran bangsanya sungguh luar biasa, mereka harus melakukan pertobatan!

- Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya ‘boneka Indonesia’ ketangan USA dkk., hasil tangkapan pun dibagi. The Time-Life Corporation mensponsori konferensi istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga hari merancang pengambilalihan Indonesia. Para pesertanya meliputi para kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili: perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel. Di seberang meja adalah orang-orangnya Soeharto yang oleh Rockefeller disebut “ekonoom-ekonoom Indonesia yang top”. Di Jenewa, Tim Indonesia terkenal dengan sebutan ’the Berkeley Mafia’ (yang kebanyakan dosen UI), karena beberapa di antaranya pernah menikmati beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas California di Berkeley. Mereka datang sebagai peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang diinginkan oleh para majikan yang hadir. Menyodorkan butir-butir yang dijual dari negara dan bangsanya, mereka menawarkan : … buruh murah yang melimpah… cadangan besar dari sumber daya alam … pasar yang besar.” Di halaman 39 ditulis: “Pada hari kedua, ekonomi Indonesia telah dibagi, sektor demi sektor. ’Ini dilakukan dengan cara yang spektakuler’ kata Jeffry Winters, guru besar pada Northwestern University, Chicago, yang dengan mahasiwanya yang sedang bekerja untuk gelar doktornya, Brad Sampson, telah mempelajari dokumen-dokumen konferensi. ’Mereka membaginya ke dalam lima seksi: pertambangan di satu kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar lain, perbankan dan keuangan di kamar lain lagi; yang dilakukan oleh Chase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang mendiktekan kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan para pemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja yang lain, mengatakan: ini yang kami inginkan: ini, ini, dan ini, dan mereka pada dasarnya merancang infrastruktur hukum untuk berinvestasi di Indonesia.

- Tusukan regim Soeharto atas bangsanya/Soekarno mengakibatkan kekayaan alam Indonesia dari Sabang (LNG Arun) s/d Merauke (Free Port ) jatuh ketangan negara Barat terutama USA. Regim militer dibawah Soeharto bersama USA dan negara barat lainnya bagaikan merampok Indonesia (diawal kejayaan Soeharto), misalnya penguasaan konsesi tambang2: Freeport, Caltex, LNG Arun, dst; jadi penguasa kekayaan alam dari Sabang sampai dengan Merauke adalah negara asing lewat agennya di Jakarta. Juga lewat IMF dan world bank, USA menguasai finansial, Indonesia mulai dijajah ekonominya dengan dijerat hutang, Jakarta lalu menjadi akditip terhadap hutang, strategi gali-tutup hutang dilakukan, pejabat penanda tangan hutang tentu saja mendapat komisi, inilah yang membuat para petinggi Indonesia kecanduan berhutang! Regim ORBA sungguh2 menggadaikan negara ini ke negara asing! Boleh dikatakan bahwa 1/3 kekayaan alam Indonesia jatuh ketangan asing, 1/3 nya lagi jatuh ketangan para penguasa hitam terutama di Jakarta (birokrat, politisi, jendral AD/POLRI, dan konglomerat hitam), dan hanya 1/3 sisanya saja yang menjadi sumber APBN kita! Maka benarlah bahwa pemilik kekayaan alam Indonesia itu bukan manusia lokal seperti Dayak, Riau, Aceh, dan Irian, melainkan negara adidaya dan para oknum pejabat pusat di Jakarta. Tidak heran kalau mereka (masyarakat luar Jawa) berkeinginan melepaskan diri dari Indonesia sebab mereka tetap miskin, bagaikan anak ayam mati dilumbung padi!

- Untuk mengelabui sejarah pelanggaran HAM 1965 atau kupdeta militer, maka secara licik regim militer memakai strategi “Maling teriak maling”: 1) Semua jalan raya disemua kota besar Indonesia diinstruksikan untuk memakai nama para jendral Angkatan Darat yang terbunuh secara konyol namun tragis (A. Yani, Panjaitan, dst.) dan mereka ini digelari pahlawan nasional, langkah ini disertai pendirian monumen2 yang bersifat otot dan kekerasan: patung tentara dan bambu runcing, peran kecerdasan para intelektual seperti organisasi Stovia, Bung Karno, Bung Hatta, Sri Sultan HB IX, yang justru lebih penting malah dikecilkan bahkan diabaikan. 2) Hari lahir Pancasila digantikan dengan hari kesaktian Pcsl. 3) Direkayasa film sejarah yang menipu yang wajib diputar secara nasional setiap tahunnya. 4) Dibuat buku wajib sejarah untuk SD s/d SMA yang menyesatkan. 5) Menciptakan sekolah bagi eselon satu pegawai negeri yaitu LEMHANAS (lembaga ini adalah monumen resmi supremasi militer terhadap sipil, saat ini masyarakat dikelabui dengan mendudukan seorang Sipil sebagai kepalanya, apa sih arti seorang dibanding segerombolan militer? Pada umumnya kepala LEMHANAS akan dihadiahi jabatan yang amat basah, minimal menteri, seperti Yuwono Sudarsono dan Purnomo Yosgiantoro). 5) Menciptakan penataran P4 dan mata kuliah Kewiraan (dibawah kendali militer yang ketat). 6) Mewajibkan litsus dan surat bebas G30S bagi pencari kerja. 7) Stigmatisasi PKI sebagai pengkhianat bangsa. 8) Mendirikan berbagai LSM/ORMAS untuk melawan bangkitnya gerakan penegakan kebenaran sejarah 1965. 9) Menguasai berbagai mass media baik koran, radio, dan terutama TV untuk menjadi leader dalam pembentukan opini bangsa. 10) Membrangus kampus dengan wawasan Almamater (dan sekarang ini dengan strategi melibatkan para dosennya untuk ber multi fungsi yaitu: dosen, selebritis, bisnis, dan politikus). 10) Menugas belajarkan para jendral TNI/POLRI lalu beramai-ramai menempuh program MM dan MBA untuk menjustifikasi peran multi fungsi mereka (inilah saat dimulainya perusakan mutu pendidikan tinggi di Indonesia; banyak militer yang malas kuliah/belajar namun tetap ingin lulus, dan dosennyapun takut pada para preman berbintang yang digaji negara ini). 11) Terus menerus menyewa ilmuwan untuk menulis buku sejarah versi mereka (= regim militer), terutama ilmuwan Barat mengingat bangsa Indonesia masih merasa rendah diri ketimbang kulit putih. 12) Last but not least, menyelubungi kupdetat merangkak militer ini dengan menciptakan “ideologi baru yang disebut Dwi fungsi ABRI”.

- Mengingat kasus 1965 adalah kasus pelanggaran HAM yang maha besar, bahkan lebih kejam daripada Hitler di Jerman, sebab regim Soeharto membantai bangsanya sendiri itupun s/d anak-cucu, Hitler/Jerman membantai Yahudi, maka level pelanggaran HAM 1965 sudah tingkatan internasional. Para oknum Jendral AD sebagai pelaku kebiadaban yang luar biasa itu kini hidupnya selalu berkeringat dingin campur darah, ketakutan, kecemasan, rasa bersalah dan hidupnya selalu dibayang-bayangi/dihantui wajah hampir sejuta jiwa korban manusia. Demi menghindari tuntutan yang maha luar biasa besarnya dan beratnya dari para korban G30S tsb., para oknum Jendral AD ini terus menerus menggunakan politisasi agama Islam untuk melawan gerakan pelurusan sejarah. Terutama menggunakan para pemuka agama, LSM2, dan cendekiawan kampus. Dana finansial bagi mereka tidak masalah, sebab 1/3 harta negara Indonesia telah mereka kuasai, ini hasil merampok bangsanya sendiri selama kurang lebih 32 tahun.

- Kedigdayaan regim militer/ORBA adalah kemampuan menguasai dana (hasil merampok bangsanya sendiri) dan menyusupi semua mass media di Indonesia: dari televisi, radio, s/d koran. Bahkan koran terbesar di Indonesia, yakni Kompas, pun telah mereka susupi. Jika anda adalah pembaca yang sangat cerdas, teliti, serta selalu sadar dan waspada, maka setiap kali ada berita di Kompas tentang usaha pemulihan nama baik para korban stigmatisasi PKI (yang saat ini mereka sudah tua, diatas 65 th), selalu diikuti gambar/poto yang menyolok sekali tentang demonstran yang mengingatkan akan bahaya timbulnya PKI bila hak mereka dipulihkan (catatan: mengapa bukan bahaya KKN, Orba dan militerisme yang ditakutkan?), demo ini pada umumnya menggunakan atribut Islam, misalnya menggunakan bendera Front Pembela Islam. Demikian pula, tulisan bermutu Kwik Kian Gie yang berusaha membeberkan konspirasi regim Soeharto dengan regim USA tidak dapat dimuat di Kompas, melainkan Jawa Pos. Prof. Ben Anderson, ahli G30S, menyiratkan sikap mendua bos Kompas yakni Jacob Utama (sebab saat regim Soeharto berkuasa, Jacob Utama termasuk pendukungnya, untuk ini mohon dibaca artikel yang lain). Pada akhir2 ini (2007) Kompas sering memuat dan memulihkan citra generasi tua penopang orde Baru. Strategi Kompas boleh disebut “mengikuti arus, namun tidak tenggelam”, sebab Kompas dimiliki oleh kaum minoritas (Katolik). Satu2nya kesulitan regim Orba adalah menguasai informasi di internet yang bebas-merdeka!

 

Penutup

 

Dalang/otak penggulingan Soekarno adalah CIA (USA) dengan operator lapangan adalah Soeharto dibantu para oknum jendral TNI AD. Hubungan antara Amerika dengan Soeharto saat 1965 adalah bagaikan hubungan antara majikan (atau dalang) dengan pembunuh bayaran (atau operator lapangan); hubungan ini sampai dengan saat ini masih amat sangat dirahasiakan. Dan untuk menutup maha rahasia ini, PKI dikambing hitamkan. G30S di tahun 1965 adalah pengkianatan para oknum jendral TNI AD dibawah pimpinan Soeharto atas bangsanya, bukan pengkianatan PKI.

 

Akibat maha rahasia ini, USA bagaikan mempunyai kartu As terhadapap Indonesia; apapun kehendak USA boleh dikata harus dituruti oleh pemerintah Indonesia, misal dalam hal kasus Free Port, tambang minyak blok Cepu, dan kasus MoU Microsoft. Mengingat regim Soeharto masih mendominasi perpolitikan di Indonesia hingga kini (cermatilah, hampir semua parpol disusupi oleh para oknum jendral TNI AD), maka maha rahasia ini sulit dibongkar. Sayangnya, rahasia terbesar dan maha memalukan para penguasa politik Indonesia saat ini ada ditelapak tangan pemerintah Amerika! Amerika lalu dapat mendikte Indonesia, sebab kalau semua keinginan USA tidak dituruti, rahasia ini dapat mereka (USA) ungkapkan. Dan kalau diungkapkan, maka nasib fatal akan dialami oleh Soeharto dan para oknum jendral TNI AD (plus mafia Berkeley); sebab ternyata mereka ini adalah pengkianat negara terbesar sepanjang sejarah Indonesia, konsekuensinya bangsa Indonesia barangkali akan menggantung pengkianat ini tinggi2 di menara Monas Jakarta, dan nama harum mereka akan hancur berantakan seketika itu.